Monthly Archives: October 2010

Untuk Kamu, dengan Setitik Harapan

mulanya biasa saja
kamu datang dengan biasa
tidak membawa apa-apa
mungkin hanya kepolosan
tapi itu saja, hal yang biasa

hingga tanpa disadari, kamu selalu ada
ketika dunia menindihku, kamu ada
ketika bintang memberikan semua cahayanya, kamu ada
ketika pilu menancapkan perihnya, kamu juga ada

mengherankan memang
dari hal yang biasa, menjadi luar biasa
bagaimana bisa? Mungkin hanya Tuhan yang tahu

kamu bilang, aku adalah ‘hadiah’ dari-Nya
karena itu, kamu menjaga aku
menarik aku setiap aku menghilang
mengejar aku ketika aku berlari

ya, aku memang menghilang dan berlari
dari kamu. Siapa lagi?
Aku menghilang ketika aku sadari, ada yang lain di hati
aku berlari ketika menyadari, ini tak boleh dilanjuti

aku mengambil tindakan irasional
orang bilang, ini tidak masuk akal
tapi orang bodoh ini menjalaninya
dengan setitik harapan, kamu akan menerima

dunia bilang, ini gila
aku bilang, ini cinta

kita tidak akan pernah bisa
aku menyadari itu
seperti dua insan yang melihat satu bulan dari dua benua yang berjauhan
sama, namun dengan perspektif yang berbeda

aku melawan akal sehatku
aku melawan kepercayaanku
untuk kamu, dan hanya kamu
kamu bilang, sayang kita beda
ya, kita mungkin tidak akan bisa

mungkin aku lelah, tapi harapanku terus ada
harapan bahwa satu imaji ini akan tercipta di depan mata
harapan bahwa, suatu saat, entah kapan, kita bisa bersama..

 

Surabaya, 11 Oktober 2010

Dari Ku, dengan Setitik Harapan..

Advertisements