Avatar (2009)

Pasti pernah tau film Titanic kan? Pernah lah, salah satu tipi swasta aja udah nayangin film itu beribu-ribu kali *lebay*. Well, film ini dibuat oleh sutradara yang sama, James Cameron. Jadi first impression yang kemudian muncul di benak penonton adalah “wah, pasti filmnya sekaliber Titanic!” ato “Pasti filmnya mahal juga kayak Titanic!” ato “Wah, pasti yang main juga Leonardo DiCaprio sama Kate Winslet!” Oh tidak-tidak. Tolong getok orang yang berpikiran seperti itu. Yang paling bener adalah, film ini memang film paling mahal sepanjang masa, mengalahkan Titanic. Tapi kalo dibilang sekaliber Titanic, gw rasa ngga.. Dan alasan itu akan gw jelaskan di bawah πŸ™‚

Situasi film itu dibuat pada abad kesekian di mana manusia udah berhasil mengembangkan pesawat luar angkasa massal yang bisa dipake untuk mengunjungi planet lain. Nah, di film ini, ceritanya manusia udah berhasil ekspansi ke planet lain untuk mendapatkan sumber daya alam yang diperlukan. Tapi, planet lain berarti makhluk lain dong? Di planet itu, ato yang disebut Pandora, ada kehidupan lain yang dikuasai oleh bangsa Na’vi. Singkat kata, bagi manusia bumi, mereka adalah bangsa barbar yang belum memiliki teknologi semodern yang mereka punya. Well, selanjutnya mending nonton filmnya aja deh, karena gw ga mau spoiler lebih banyak lagi πŸ˜›

Nah, ini bagian yang gw suka. Opini. Perlu diketahui bahwa film ini berdurasi 2 jam 45 menit. Jadi bagi anda-anda yang ga betah duduk selama itu di bioskop, siap-siap gelisah deh.. Tapi buat kalian yang demen nonton di bioskop, disarankan nonton yang 3D untuk memaksimalkan movie experience anda, walopun kemampuan bahasa Inggris jadi sangat dibutuhkan karena belum ada subtitle bahasa indonesia..

Setelah nonton filmnya (gw nonton yang 3D), bisa dibilang kemahalan dari film ini terletak pada seni grafisnya. Halus banget, cukup untuk membuat penonton berpikiran bahwa bangsa Na’vi itu ada. It’s so good, you’ll hold your breath in the forest-scene and the war-scene. Β Penasaran? Makanya nonton! Wkwkwkwkwkwk πŸ˜€

Trus, ceritanya. James Cameron memang kayaknya demen bikin film yang berdurasi panjang yak.. Tapi justru itu menurut gw kelemahan dari film ini.. Gw ga masalah sama film yang berdurasi panjang, asalkan bener-bener ‘ngena’. Sedangkan ini? Ada beberapa bagian dari film ini yang menurut gw boring banget.. Jangan salahin gw kalo berkali-kali nguap, padahal masih sore..

Tapi, selain grafis, gw suka moral of the story-nya. Film ini membuka mata gw terhadap semua perusakan alam yang dibuat oleh manusia. Kesombongan manusia juga kerasa banget, sampe gw yang juga manusia aja benci sama spesies gw sendiri di film itu..

Nah, karena gw mahasiswi Hubungan Internasional, gw menemukan banyak hal yang berhubungan dengan HI di film ini, baik yang isu high-politics sampe yang low-politics! Seni diplomasi, negosiasi, rasial, lingkungan, dan banyak lagi. Jadi seolah-olah nonton sambil belajar :p

And last but not least, rating. Seperti biasa, gw ngambil range 1 sampe 10, dan untuk film ini, gw rasa 7,5 aja deh.. Ga terlalu bagus, tapi jauuuuh dari kata jelek atopun gagal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: