New Year, New Me

Yah, kira-kira begitulah grand theme gw untuk tahun 2010. Gw ngerasa tiap tahunnya gw memang perlu evaluasi diri, kesalahan apa yang udah gw lakukan di tahun 2009 dan mereformasi diri gw. Mungkin ada juga achievement yang udah tercapai di tahun 2009, dan itu gw jadikan sebagai anugerah yang Tuhan berikan. Well, here it is:

Kesalahan, or should I say, kegagalan gw di tahun 2009. Yang pertama dan menurut gw paling krusial adalah sulit melupakan cinta yang udah gw harapkan selama setahun ini. Gw rasa di tahun 2010 gw udah harus menemukan seseorang yang bisa jadi tempat gw mencurahkan kasih sayang gw. Memang ga ada salahnya mencurahkan kasih sayang, but I need a lover to do so… Someone I love, and loves me in return. Sure, kita bisa menemukan kasih sayang itu dari keluarga, kerabat, ato orang yang baru aja kita kenal. But I need a lover. Simple as that. Gw kangen saat-saat gw sayang-sayangan di telpon, and call each other by cute names. I know it sounds cheesy, but I’m longing for that moment… Gw kangen saat-saat itu… Jadiii, gw berharap di tahun 2010 gw menemukan orang itu, and hopefully, it lasts…

Kedua, kemalasan gw. Hei, gw ga mau munafik. Namanya bermalas-malasan di rumah itu memang enak, and I looove it 😛 Tapiii, karena gw udah akan menginjak semester 4, gw rasa udah ga saatnya lagi bermalas-malasan yang berlebihan. Udah harus lebih serius mikirin hidup gw setelah kuliah nanti. Mungkin planning gw terlalu jauh, tapi gw rasa mending dipikirin dari jauh-jauh hari dan siap menghadapi itu daripada harus ‘dihempaskan’ sama kenyataan hidup…

Hmmm gw rasa itu aja. Gw baru mendapat pelajaran baru-baru ini, bahwa semakin panjang New Year Resolution yang dibuat, di akhir tahun nanti kita bisa makin kecewa, karena kita baru nyadar kalo resolusi itu ga ada yang kesampean. Jadii, gw ngambil dua hal yang menurut gw krusial banget untuk tahun depan 🙂

Nah, sekarang achievement. Well, kalo disebut achievement juga sebenernya ngga, mungkin lebih tepat disebut pelajaran hidup. Pertama, gw ga percaya lagi dengan yang namanya ‘cinta ga harus memiliki’, karena gw capek mengharapkan cinta itu untuk jadi milik gw sepenuhnya… Yang gw rasakan, ketika lu dengan gampangnya melepaskan orang yang lu cinta, berarti cinta yang lu rasain itu ga sepenuhnya.. Ketika lu menyayangi dan mencintai orang dengan sepenuh hati, pasti pengen merasakan hal yang sama juga kan dari dia? Pengen kan denger kata-kata ‘Yes, I love you too. Aku sayang banget sama kamu’? Gw yakin, ga ada hal terindah di dunia ini yang bisa mengalahkan rasa gembira ketika perasaan yang kita rasain sama dengan orang yang kita cinta. Unless, of course, you suddenly got 1 billion dollars transferred to your bank account.

Mungkin kelihatannya pamrih banget sama orang yang kita cinta, tapi coba tinggalkan idealisme hidup itu, dan tatap realita yang lu rasain ketika orang yang lu sayang dan cinta itu udah jadi milik orang lain. Mau bilang apa lagi? ‘Aku merelakanmu’? ‘Aku bahagia untukmu’? Bullshit. Gw yakin hanya seorang yang bener-bener pure yang bisa mengatakan kata-kata itu dengan tulus dan bukan untuk basa-basi karena menganut paham ‘cinta ga harus memiliki’ tadi.

Gw masih belum menyerah bercinta, Cuma lelah dengan cinta yang sekarang. Mau sampe kapan gw kayak gini? Kayak di lagunya Maliq & d’Essentials yang Coba Katakan:

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan, dan leleh akan manis cinta dan menuju kecewa…

Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti…

Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini…

Well I’m done crying… I’m done hurting… Enough of that… Lebih baik gw jatuh bangun karena cinta dari orang yang berbeda-beda daripada jatuh bangun untuk satu orang, yang sebenernya ga ada harapan apa-apa menuju sesuatu yang gw inginkan..

Oke, lanjuuut ke pelajaran kedua. Gw belajar bahwa, terkadang orang-orang yang lu anggep sahabat juga bisa menusuk dari belakang… Justru karena mereka sahabat kita, mereka bisa dengan mudah menusuk, karena kepercayaan yang udah kita kasih. I’m a realist, so I think I should be ready with a knife in case my so-called besties stab me. Sakit banget kalo sahabat-sahabat itu dengan mudahnya menyakiti kita, seolah-olah melupakan those good old days. Apa coba namanya kalo bukan pengkhianat? Coba kasih kata lain selain itu. Gw akan dengan senang hati merevisi post gw. Okay, I ain’t gonna talk much about the traitors in my life. Terserah lah mereka mau ngapain. Gw cuma bisa berharap, semoga yang namanya karma itu masih ada…

Ketiga, ini baru achievement beneran. Laptop! Or should I say, netbook! Aheeee 😀 Perkenalkan Axioo Pico DJV-Model saya yang saya panggil dengan panggilan sayang Piko! Damn, I love this baby!

Axioo Pico DJV Model, courtesy of axioo-shop.com

Hyaaa akhirnya kesampean juga punya netbook. Di wish-list gw, udah 2 yang terkabul selama setahun ini. Nintendo DSi dan si hitam manis nan lucu ini! I love Law of Attraction!

Haaah gw baru sadar kalo tulisan gw udah puanjang banget. Akhir kata, gw berharap tahun 2010 berjalan lancar, dengan IP yang gemilang di Kartu Hasil Studi gw. Amin!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: