Monthly Archives: June 2008

D’Masiv – Tak Bisa Hidup Tanpamu

Telah habis kata terangkai untuk membuatmu
Kembali mengingat semua apapun janjimu
Aku mohon dengan sangat kepadamu

Waktu bersama denganmu tak sebanding dengan
Hancur hatiku begitu membekas di hidupku
Aku mohon dengan sangat kepadamu

Kembalilah, wahai sayangku
Hanya itu yang membuat aku tenang
Kembalilah, kembali padaku
Aku takkan pernah bisa hidup tanpamu

Kembalilah, wahai sayangku
Hanya itu yang membuat aku tenang
Kembalilah, kembali padaku
Aku takkan pernah bisa hidup

Kembalilah, wahai sayangku
Aku takkan pernah bisa hidup dengan dia
Dengan dia..
Dengan dia..

Advertisements

Kenangan di DBL…

Wah, senangnya, DBL tahun ini dimulai lagi :D. Walaupun kemaren gw gak sempet liat pertandingan perdananya, di opening nanti gw pasti dateng! Mengenang masa-masa SMA, kejar-kejar bola pas gw masih ikut jadi pemain, kejar-kejar berita ampe malem pas gw jadi jurnalis… Seru banget dah 😀 Yah, walaupun tahun ini target gw buat jadi kru DetEksi ga kesampean, gw tetep akan sering-sering nonton 🙂

DBL udah jadi bagian hidup gw. Udah jadi tempat di mana gw menghabiskan masa SMA gw bareng temen-temen gw. Gak akan mudah bagi gw buat menerima kenyataan bahwa gw ga akan bisa ikut even DetEksi lagi.. Mungkin itu juga yang bikin gw nangis pas Prom Night.. Masa SMA gw berakhir…

Sebenernya pas gw ngambil keputusan untuk ngga ikut ambil bagian jadi anggota tim basket lagi, gw tau saat ini akan berakhir. Sempet gw sesali banget, gw ga bisa lari-lari ngejar bola, ngeblock lawan-lawan, ato defense sampe emosi gw naek ke ubun-ubun.

Pas gw jadi jurnalis dan harus nonton pertandinganan, kadang gw harus memendam rasa iri gw ke mereka yang masih bisa tanding. Sedangkan gw? Udah dikasih kesempatan sama Tuhan, malah menyia-nyiakan begitu aja. Padahal Karin uda bilang, “Kamu gak nyesel?” berkali-kali ke gw. Gwnya aja yang keras kepala, sok dewasa. Gw cuma bisa menyesali kebodohan gw saat itu.

Kalo gw liat pertandingan yang berat sebelah,  gw inget sama pertandingan StAg lawan YPPI 1. Kita semua udah yakin banget kalah. Bukannya pesimis, tapi memang kenyataan kalo ‘kelasnya’ udah beda. DBL tahun itu jadi DBL pertama buat tim putri StAg yang baru. Sedangkan lawannya pemain-pemain yang udah aktif di klub basket Sahabat dari SMP. Bahkan ada yang udah dari SD. Pelatih gw cuma bilang, main lepas aja. Jangan pikirin apa-apa. Jadiin ini latihan buat persiapan DBL tahun depan.

Hasilnya? Sudah bisa ditebak. StAg kalah jauh. Dengan margin yang sampe 40 angka lebih, gak ada kesedihan sama sekali di mata setiap pemain StAg. Bahkan, pas ketemu di ruang ganti, kita senyum sumringah ke semua pemain lawan, dan minta mereka buat menang di Final nanti. Dan memang mereka menang, 2 tahun berturut-turut.

Oke.  Kalah sampe segitu banyaknya, tapi kenapa masih bisa senyum-senyum? Mungkin kalo gak di posisi gw sama temen-temen gw, akan susah buat nerima alasan ini. Karena 8 angka yang dicetak sama StAg pada saat itu bener-bener butuh perjuangan mati-matian. Dengan materi yang pas-pasan dan pengalaman bertanding yang nol (alias gak pernah ikut pertandingan sebelumnya) StAg jadi tim yang paling banyak nyuri skor dari YPPI 1 di babak playoff. Yang lain cuma 4, bahkan ada yang ga bisa nyuri skor sama sekali.

Di pertandingan ini gw nyuri 2 angka juga 😀 dan yang gak bisa gw lupain, tuh gw nyurinya pake lay-up yang dijaga ama 2 pemain YPPI. Padahal pas itu yang ada di pikiran gw cuma satu, curi skor sebanyak-banyaknya! Dan ternyata? Masuk! Gw puas banget, sampe tereak! Temen-temen yang lain, mungkin juga ikutan semangat, berhasil masukin bola lagi. Wah, bener-bener kekalahan yang memuaskan!

Tapi entah kenapa, pas gw ditawarin buat ikut basket lagi, gw gak inget akan kenangan itu. Kenangan akan kekalahan yang menyenangkan itu. Gw ngga memikirkan bahagianya gw main basket, betapa puasnya kalo udah bisa nambahin angka buat tim gw. Akhirnya, gw cuma bisa menyesali kebodohan gw itu…

Mr. Children – Sign (English Translation)

I wish this would reach you
You don’t realize it, but I’m playing right now
Like a flower that wilts as a sprout never having a chance to grow
Put these two notes together and they make one harmony

‘Thank you’, ‘sorry’ over and over again
We’re placing our need for others one atop another like blocks

When I thought about how dear the quiet hours were
I laughed a bit, that it was “love’s doing”
The gestures you showed me, signs directed at me
I won’t overlook a single one ever again
That’s what I’m thinking

Once in a while we soil each other with thoughtless words
And we both tire of the immaturity
But one day we’ll get naked, feel the sweet body heat,
And show each other some kindness

We’re similar but somehow different, but we smell the same
Not merely body nor soul, I love you

If even the smallest of lights glows in our hearts.
We swore to treasure it
The signs that come from all those things we come across
We won’t miss a single one ever again
Let’s live our lives this way

The light cast through the trees on the walking path
Hits you and sways
I learn both the beauty and cruelty of time

We still have time left
I laughed a bit, that ‘we must treasure it’
The gestures you show me, signs to make me strong
I won’t overlook a single one ever again
I’ll live my life this way
That’s what I’m thinking

Mr Children – Sign (Romaji Lyric)

Todoite kureru to ii na
Kimi no wakannai tokoro de boku mo ima kanadeteru yo
Sodatanai de shioireteta shinme mitai na omoi wo
Futatsu kasanete narasu HAMONII

‘Arigatou’ to ‘gomen ne’ wo kurikaeshite bokura
Hitokoishisa wo tsumiki mitai ni noseteyuku

Arifureta jikan ga itoshiku omoetara
Sore ha ‘ai no shiwaza’ to chiisaku waratta
Kimi ga miseru shigusa boku ni mukerareteru SAIN
Mou nani hitotsu miotosanai
Sonna koto kangaeteiru

Tama ni mutonjyaku na kotoba de yogoshiatte
Tagai no mijyukusa ni iyake ga sasu
Demo itsuka ha hadaka ni nari amai taion ni furete
Yasashisa wo misetsukeau

Niteru kedo dokoka chigau dakedo onaji nioi
Karada demo kokoro demo naku aishiteiru

Wazuka datte akari ga kokoro ni tomoru nara
Taisetsu ni shinakya to bokura ha chikatta
Meguriatta subete no mono kara okurareru SAIN
Mou nani hitotsu minogasanai
Sou yatte kurashiteyukou

Ryokudou no komorebi ga kimi ni atatte yureru
Toku no utsukushisa to zankokusa wo shiru

Nokosareta jikan ga bokura ni ha aru kara
Taisetsu ni shinakya to chiisaku waratta
Kimi ga miseru shigusa boku wo tsuyoku saseru SAIN
Mou nani hitotsu miotosanai
Sou yatte kurashiteyukou
Sonna koto wo kanagaeteiru

Bunga Citra Lestari – Tentang Kamu

Ku tak bisa menebak, ku tak bisa membaca
Tentang kamu, tentang kamu
Kau buat ku bertanya, slalu dalam hatiku
Tentang kamu, tentang kamu

Bagaimana, bila akhirnya ku cinta kau
Dari kekuranganmu, hingga lebihmu
Bagaimana, bila semua benar terjadi
Mungkin inilah yang terindah

Begitu banyak bintang, sperti pertanyaanku
Tentang kamu, tentang kamu

Bagaimana, bila akhirnya ku cinta kau
Dari kekuranganmu, hingga lebihmu
Bagaimana, bila semua benar terjadi
Mungkin inilah yang terindah

These Mellow Songs…

Wah, kayaknya gw nge-post lagu mellow semua nih… Ini berhubungan ama keadaan gw sekarang ini, yang tengah dirundung duka… Kakak gw abis putus ama pacarnya..

Nah, lu pasti mikir, ‘Yang putus kakak lu, ngapain lu ikut-ikutan sedih?’. Lu bayangin aja, kakak gw uda jadian ama mantannya itu selama 3 tahun. Dan selama 3 tahun itu juga (2 tahun sih sebenernya… setahun yang lalu dia ke Belanda, dan tinggal di sana buat PKL), gw sering jalan bareng mereka, gila-gilaan bareng, berantem, bahkan sampe jalan-jalan ke luar kota bareng. There’s just so many memories…

Dan lagi, momennya juga gak tepat… Dia baru aja pulang dari Belanda, langsung putus ama kakak gw.. Padahal gw masih pengen jalan bareng dia, masih pengen ngegangguin dia (soalnya dia latah :P), masih pengen ketawa karena joke-jokenya dia yang jujur dan gak dibuat-buat, dan lain sebagainya… Intinya, gw masih kangen ama kenangan setahun lalu, sebelum dia ke Belanda…

Kapan gw bisa ngerasain itu lagi…

Ungu – Untukmu Selamanya

Tak pernah aku mengerti, apa yang kini kurasakan
Kegelisahan hatiku saat ini
Ku masih merindukanmu, walaupun kini ku tlah bersamanya
Tak pernah mampu ku coba lupakanmu

Sungguh tak bisa, ku mengganti dirimu dengan dirinya
Sungguh tak sanggup, aku berpaling darimu
Sungguh tak bisa, ku mencintainya tuk melupakanmu
Sungguh tak sanggup, aku berpindah dari hatimu

Peterpan – Sally Sendiri

Bila Sally mencariku, biarkan dia terbang jauh
Dalam hatinya hanya satu, jauh hatinya hanya ‘ku
Katakan ‘ku tak akan datang, pastikan ku takkan kembali
Lalu biarkan dia menangis, lalu biarkan dia pergi

Sally kau selalu sendiri, sampai kapan pun sendiri
Hingga kau lelah menanti, hingga kau lelah menangis
Sally kau selalu sendiri, sampai kapan pun sendiri
Hingga kau lelah menanti, hingga kau lelah menangis

Letto – Memiliki Kehilangan

Tak mampu melepasnya, walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna?
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna?
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

Afgan – Sadis

Terlalu sadis caramu
Menjadikan diriku pelampiasan cintamu
Agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku

Tega niannya caramu
Menyingkirkan dirimu dari percintaan ini
Agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku

* Semoga tuhan membalas smua yang terjadi
Kepadaku, suatu saat nanti
Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
Hanya aku, tempatmu kembali
Sebagai cintamu

Hanya aku tempatmu kembali…

*